PEMIKIRAN KANG JALAL
TENTANG KOMUNIKASI DALAM PERSEPEKTIF DAKWAH
- Pengertian Komunikasi Dakwah
Menurut
Drs. H. Toto Tasmara dalam buku Komunikasi Dakwah secara sederhana
memberikan pengertian komunikasi. Seseorang yang berkomunikasi berarti
mengharapkan agar orang lain dalam hal ini yang diajak berkomunikasi
untuk dapat ikut berpartisipasi atau tindakan sama sesuai dengan tujuan,
harapan atau isi pesan yang disampaikan. Dengan penekanan bahwa
komunikasi berarti upaya untuk mengadakan persamaan atau commonness dengan orang lain dengan cara menyampaikan keterangan, berupa suatu gagasan ataupun sikap.
Dengan berkomunikasi sebenarnya mengharapkan atau bertujuan terjadinya perubahan sikap atau tingkah laku orang lain untuk
memenuhi harapan sebagaimana pesan disampaikan. Perubahan sikap dan
tingkah laku akibat dari proses komunikasi adalah perubahan sikap yang
sesuai dengan apa yang diharapkan oleh komunikator. Dengan demikian apa
yang disampaikan oleh komunikator pada komunikasi akan mempengaruhi
sikat komunikan sejauh kemampuan komunikator dalam mempengaruhinya.
Agama
bukanlah sesuatu yang bersifat subordinate terhadap kenyataan
social-ekonomi, agama pada dasarnya bersifat independen, yang secara
teoritis bisa terlibat dalam kaitan saling mempengaruhi dengan kenyataan
social, oleh karenanya Mattulada dkk dalam buku Agama dan Perubahan
Sosial mengungkapkan bahwa, Agama mempunyai kemungkinan yang tinggi
untuk menentukan pola prilaku manusia. Sehingga ajaran agama akan mampu
mendorong atau menahan proses perubahan social.
Secara umum kata dakwah yang berasal dari bahasa arab yang mempunyai arti seruan, ajakan, panggilan. Sama halnya dengan para ahli dibidang ilmu dakwah, Jalaluddin Rakhmat juga sepakat bahwa juru dakwah atau orang yang menyampaikan (tabligh) pesan dakwah disebut dalam ilmu komunikasi sebagai komunikator atau orang yang menyampaikan pesan kepada pihak komunikan.
Dilihat dari bahasa kata dakwah atau tabligh mengandung arti proses penyampaian pesan-pesan tertentu yang berupa ajakan atau seruan dengan tujuan agar orang lain memenuhi ajakan tersebut.
Jalaludin
Rakhmat sepanjang karyanya tidak pernah mengaitkan kata komunikasi dan
dakwah secara beriringan. Komunikasi oleh jalal digolongkan sebagai
keilmuan yang bersifat lebih umum, sedangkan istilah dakwah hanya
beberapa kali jalal sampaikan dalam tulisannya. Meski Jalaludin Rakhmat
tidak pernah mengaitkan kata dakwah dengan kata komunikasi tetapi dalam
menampilkan pengertian serta tujuan yang hendak di capai dalam
karya-karya Jalaluddin Rakhmat selalu menampilkan kesamaan.
Secara
umum komunikasi memiliki kecenderungan menyampaikan pesan-pesan yang
sifatnya lebih umum, baik tentang informasi yang sifatnya ilmiah ataupun
yang lainnya. Komunikasi sendiri memiliki banyak keterkaitan dengan
keilmuan-keilmuan umum seperti psikologi, serta ilmu-ilmu social lainnya. Kecenderungan
umum keilmuan komunikasi pada dasarnya dilatar belakangi oleh sifat
komunikasi yang bisa masuk dalam setiap keilmuan serta kebutuhan
keilmuan-keilmuan lain tersebut dengan pengetahuan komunikasi.
Latar
belakang pendidikan Jalaluddin Rakhmat yang lebih spesipik pada bidang
komunikasi menjadikannya matangan dalam bidang komunikasi. Kematangan
Jalal dalam bidang komunikasi telah ditunjukan baik dalam komunikasi
verbal yang disampaikan dalam menyampaikan materi-materi ilmiah baik
dikampus atuapun dalam seminar dan forum ilmiah lainnya. Dalam komunikasi non verbal, Jalal juga menunjukkan kemampuannya dengan mengisi kolom opini dan ilmiah di media massa
baik yang sifatnya lokal ataupun nasional sampai pada dibukukannya
karya-karya tersebut baik olehnya sendiri ataupun atas permintaan orang
lain.
Kematangan keilmuan dalam bidang komunikasi Jalal diakui juga oleh para pemikir-pemikir lainnya di Indonesia, sehinggi tidak jarang Jalal diminta memberikan kata
pengantar pada karya-karya orang lain. Hal ini membuktikan kepercayaan
orang lain terhadap pemikiran Jalaluddin Rakhmat sebagai seorang
cendikiawan muslim yang membidangi ilmu komunikasi.
Sebagaimana halnya kiprah Jalaluddin Rakhmat dalam bidang komunikasi, dalam bidang dakwah Ia juga selalu melakukan kegiatan dakwah
sebagaimana kewajibannya sebagai seorang muslim. Dakwah yang memiliki
spesifikasi lebih khusus disbanding dengan keilmuan komunikasi ditekuni Jalal sebagai media dalam mendekatkan diri kepada sang penciptanya.
Dakwah sendiri memeiliki kecenderungan yang lebih khusus dalam bidang siar agama Islam, aktifitas dakwah yang dilakukan Jalal hampir sama dengan aktifitasnya dalam melakukan aktifitas komunikasi. Dalam dakwah bil lisan Jalal senantiasa aktif dalam majlis pengajian baik yang didirikannya ataupun dalam memenuhi undangan guna memberikan pemahaman tentang agama Islam. Dakwah bil hal Jalal dilakukannya dengan mendirikan lembaga pengajian ataupun lembaga torekoh yang dijadikan media dalam menyampaikan gagasan serta pemikirannya guna menjalankan aktifitas dakwahnya.
Dakwah bil Qolam yang dilakukan Jalal memberikan bukti yang kuat pada penerapan keilmuan dakwah yang coba dituangkan dengan pemikiran atau keahlian komunikasi yang dimilikinya. Sebagaimana karya-karya Jalal yang dimuat di media massa, banyak sekali pemikiran-pemikiran Jalal yang memiliki unsure dan materi dakwah.
Kehadiran
Jalal dengan pemikiran Islam yang moderen dapat diterima oleh khalayak
umum melalui media masa melalui penuangan pemikiran melalui tulisan. Ini
semua dikarenakan keahlian Jalal dalam bidang komunikasi.
Meski telah dikatakan tidak
adanya keterkaitan antara keilmuan dalam bidang komunikasi dan dakwah
akan tetapi Jalaluddin Rakhmat mempu menggabungkan ide dakwahnya melalui
kemampuan berkomunikasi yang baik, sehingga jelas bahwa baik kata komunikasi ataupun dakwah secara khusus tidak memiliki kesamaan, namun secara umum kesamaan antara komunikasi dan dakwah pada pesannya
dimana pesan pada keilmuan bidang komunikasi lebih bersifat umum
sedangkan pesan yang ada dalam keilmuan bidang dakwah lebih khusus pada
bidang keagamaan Islam.
- Hubungnan Proses Komunikasi Dengan Penyampaian Pesan Dakwah
Proses penyampaian pesan dakwah berkaitan erat dengan proses
komunikasi. Sebagai ahli dibidang komunikasi dan praktisi dakwah,
Jalaluddin Rakhmat memandang kemajuan dibidang ilmu moderen harus
disambut oleh para juru dakwah dalam mengembangkan Islam. Dalam proses penyampaian pesan dakwah melalui media baik cetak maupun elektronik, seorang juru dakwah harus mampu menyesuaikan kedudukannnya
sebagai komunikator yang berhadapan dengan sekian banyak audiens dan
dengan latar belakang pendidikan, usia, profesi yang berbeda.
Dalam
penyampaian pesan dakwah secara lisan atau langsuang, juru dakwah akan
berhadapan dengan kelompok audiens yang mempunyai kecenderungan sama.
Sehingga para juru dakwah dapat menampilkan penyampaian pesan dakwah yang sesuai dengan kebutuhan.
Baik
penyampaian dakwah secara langsung atau tidak langsuang, jelas
mempunyai perhubungan yang tidak dapat dipisahkan dengan proses
komunikasi mengingat komunikasi mempunyai sifat baik secara langsung
atau tidak langsunag.
- Tujuan Komunikasi Dakwah
Tujuan
dakwah ataupun tujuan komunikasi memiliki kesamaan, komunikasi dan
dakwah memiliki tujuan untuk merubah prilaku orang yang diajak
berkomunikasi atau orang yang sedang menerima dakwah agar mengikuti
seruan atau ajakan yang disampaikan. Jalal hanya tidak pernah
menyampaikan komunikasi yang dikaitkan dengan dakwah, namun dalam
pengertian-pengertian yang diuraikan dalam memahami semua unsur dan
kegiatan komunikasi mempunya kesamaan dengan semua unsur dan kegiatan
dalam hal dakwah.
Baik
tujuan dari komunikasi ataupun tujuan dari dakwah adalah proses dimana
seseorang menghendaki adanya perubahan sikap dan tingkah laku orang atau
objek komunikasi atau dakwah sesuai dengan harapan si pelaku. Dengan demikian tujuan komunikasi dan dakwah hanya dibedakan pada sudut pandang keilmuan umum dan agama saja.
Tujuan
yang hendak dicapai dari komunikasi dakwah itu sendiri memiliki tiga
dimensi. Pertama, tujuan awal dimana tujuan daru proses komunikasi
dakwah itu adalah terjadinya perubahan pemikiran,
sikap dan prilaku dari komunikan. Kedua, tujuan sementara dimana tujuan
ini hanya dipokoskan pada perubahan kehidupan selama di dunia saja. Adapun
yang hendak dicapai dari tujuan komunikasi dakwah itu sendiri mencakup
dua tujuan diatas sampai pada tujuan akhir dimana adanya kebahagiaan di
dunia dan akhirat.
- Karakteristik Proses Komunikasi Dakwah
Baik komunikasi atau dakwah keduanya dilakuakan baik secara langsung ataupun tidak langsuang. Dalam proses secara langsung komunikasi ataupun dakwah dapat dilakukan melalui dua cara yaitu verbal dan non verbal. Dalam
penyampaian pesan verbal komunikasi atau dakwah itu bisa bersifat satu
arah ataupun dua arah. Dalam komunikasi atau dakwah non verbal kegiatan
ini bisa dilakukan memalui berbagai kegiatan atau iklan-iklan yang
tujuannya perubahan sikap dan tingkah laku.
Dalam menyampaikan pesan dakwahnya Jalal telah menggunkan dua bentuk penyampaian pesan dakwah. Pertama verbal, dimana pesan komunikasi dakwah yang dilakukan Jalal menggunkan
lisan atau ucapan. Kedua non verbal, yaitu pesan dakwah yang
disampaikan melalui tulisan. Dalam melakukan pendekatan kepada audiennys
Jalal menggunkan beberapa pendekatan. Yaitu, persuasive dan koersif.
Adapun sifat dari pesan dakwah yang disampaikan oleh Jalal adalah Qaulan sadidan (perkataan yang benar), qawlan balighan (perkataan, sampai), Qawlan maysura, Qawlan layyinan, Qawlan ma’rufan. Kata
kunci ini yang menjadikan dasar kesamaan pemikiran Jalaluddin Rakhat
baik dalm bidang komunikasi ataupun dalm bidang dakwahnya.
Perubahan tingkah laku akibat proses dari komunikasi atau dakwah tersebut adalah respon dari
objek. Respon yang ditanggapi secara positif akan melahirkan tingkah
laku atau sikap sesuai dengan yang direncanakan oleh komunikator ataupun
da’i. adapun respon negative adalah proses perlawanan sikap komunikan
atau mad’u terhadap tujuan yang akan dicapai. Secara sederhana respon
merupakan proses reaksi dari aksi yang disampaikan oleh seseorang yang
dilakukan baik secara sadar atau tidak sadar.
Karakteristik
dari Jalaluddin Rakhmat sendiri bisa menjadikan karya-karya serta
pemikirannya mudah diterima dan diikuti oleh orang lain. Gaya
penulisan yang tersendiri jalal menjadikan karyanya menjadi sesuatu
yang mudah dikonsumsi orang tanpa memerlukan pemikiran yang tinggi.
Dengan demikian pemikiran jalal bisa difahami pada setiap tingkatan.
- Bentuk-bentuk Komunikasi Dalam Penyampaian Pesan Dakwah
Sebagaimana diuraikan diatas, adanya komunikasi verbal dan non verbal, telah menghantarkan Jalalluddin Rakhmat menjadi seorang cendikiawan muslim yang pemikirannya mudah diterima pada semua golongan. Baik intelektual,
pilotisi, akademisi, aktifis sampai pada jamaah pengajian. Selain itu
karya-karya Jalal mudah difahami oleh setiap pembacanya, hal ini
menunjukkan kedalaman Jalal serta kemampuan dalam penerapan keilmuan
komunikasi dan pemahaman agama yang dimiliki.
Bentuk dari komunikasi dakwah yang dilakukan oleh Jalaluddin Rakhmat antara lain ; intra personal, Jalal mampu menerapkan apa yang disampaikan pada
proses komunikasi dakwah kedalam aktifitas kehidupan sehari-harinya;
inter personal, Jalal mampu berkomunikasi dengan orang-orang
disekelilingnya melalui pendekatan psikologi yang dimilikinya serta
kematangan dalam bidang komunikasi dakwah; komunikasi kelompok, baik
secara langsung yaitu berhadapan dengan audien pada saat mengisi forum
ilmiah atau pengajian ataupun secara tidak langsung melalui tulisan atau
media televise dapat dilakukan oleh Jalal; komunikasi massa dalam
pemikiran Jalaluddin Rakhmat dituangkan dalam buku Psikologi Komunikasi.
Buku ini termasuk kategori the best seller. Pasalnya
sampai sekarang ini sudah dicetak ulang 16 kali dengan 2 kali revisi,
bahkan pihak penerbit sudah minta revisi yang ketiga kalinya guna cetak
ulang yang ke 17. penilis ingin mengajak para pembaca untuk meningkatkan
kualitas kehidupan dengan sesama manusia. Karena berdasarkan
penelitian, sebagian besar ( sekitar 70 % ) waktu bangun dalam hidup
kita ini digunakan untuk komunikasi. Dengan memahami sisi psikologis
seseorang dan massa.
Kita sanggup membuka “topeng” dan menjawab pertanyaan “mengapa”.
Psikologi melihat komunikasi sebagi perilaku manusiawi, menarik,
melibatkan siapa saja dan dimana saja dan kapan saja.
- Model-model Komunikasi Dalam Penyampaian Pesan Dakwah
1. Dakwah Bil-Lisan
Pertama, Dakwah Bil Lisan. Dakwah bil-lisan
yang dilakukan Jalaluddin Rakhmat dilakukan dikampung tempatnya
tinggal. Berbekal pengkaderan di Muhammadiyah dan training di Dar al-Arqam.
Bukan itu saja, selain aktif di Majlis Pendidikan Muhammadiyah kotamadya Bandung,
Jalaluddin Rakhmat juga mengabdi di Majlis Tabligh Muhammadiyah Jawa
barat. Selama menjalani studi di Amerika Serikat, kegiatan dakwah Bil
Lisan Jalaluddin Rakhmat di lakukan dengan mengisi khutbah-khutbah
jum’at. Di Bandung Jalaluddin Rakhmat selain sering menjadi khotib di
tempatnya tinggal, ia juga sering diminta mengisi khutbah dmasjid Salman
ITB Bandung.
2. Dakwah Bil-Qolam
Kedua, Dakwah yang di lakukan oleh Jalaluddin Rakhmat adalah menggunakan media massa sebagai media dakwahnya. Kehadiran
Jalaluddin Rakhmat dengan visi Islam baru ternyata menjadi kecemasan
masyarakat sekitarnya, sehingga Jalaluddin Rakhmat dilarang mengis
pengajian di Bandung karena beliau dianggap sebagai agen syi’ah di Indonesia.
Hal ini dilakukan oleh Majlis Ulama Indonesia Bandung. Larangan cermah
kepada Jalaluddin Rakhmat ternyata membuka pintu lain beliau dalam
menyampaikan pesan dakwahnya. Media massa, menjadi salah satu alternative aktifitas dakwah dan penuangan fikiran-fikiran Jalaluddin Rakhmat.
Sebagai
seorang yang ahli dalam bidang komunikasi, Jalaluddin Rakhmat patut
disebut sebagai ahli komunikasi yang sepektakular. Hal ini terbukti
dengan karya-karya Jalal yang selalu mengalami cetak ulang demi memenuhi
kebutuhan konsumen. Buku Psikologi komunikasi yang pada tahun 2003
merupakan hasil dari cetakan ke 20, Islam Alternatif yang pada tahun
2003 mengalami sepuluh kali cetak, Islam Aktual yang pada tahun 2003
telah 14 kali mengalami cetak ulang adalah beberapa karya Jalal yang
sangat luar biasa.
3. Dakwah Bil Hal
Ketiga, Dakwah
yang dilakukan Jalaluddin Rakhmat dengan mendirikan yayasan yang
bermisikan dakwah islam. Dakwah bil hal ini Jalal lakukan dengan
mendirikan Yayasan Muthahari di Bandung, kemudian Yayasan Tazkiya Sejati
di Jakarta, kemudian Jalaluddin Rakhmat mendirikan jamaah pengajian yang dinamakan Ikatan Jamaah Ahlu al-Bait Indonesia atau IJABI yang sekarang sudah tersebar sampai ke Jakarta, Bekasi, Bogor, Bandung, Surabaya, Semarang, Lampung, Palembang, Banjarmasin, dan kota-kota di Indonesia.
Untuk
pengembangan dakwahnya, pada Oktober 1998 bersama-sama Haidar Baqir,
Agus Effendy, Ahmad Tafsir, dan Ahmad Muhajir, Kang Jalal mendirikan
Yayasan Muthahari yang bergerak dalam bidang pendidikan dan dakwah.
Karena salah satu tujuan didirikan yayasan ini adalah “Menumbuhkan
kesadaran Islami melalui gerakan dakwah yang direncanakan secara
professional.
Sukses membangun Yayasan Muthahari di Bandung, Jalal kemudian melebarkan dakwahnya. Kali ini yang menjadi pilihan dalah ibukota Jakarta.
Dengan dukungan dana dan fasilitas dari keluarga. H. Sudharmono mantan
wakil presiden semasa Orde Baru, Kang Jalal mendirikan pusat kajian
tasawuf dengan nama “Yayasan Tazkiya Sejati”, yang beralamat dikawasan
perumahan elite Jl. Patra Kuning IX No. 6 Jakarta.
Menurut ustaz Syamsuri salah satu ketua, yayasan Tazkiya Sejati ini memiliki dua tujuan . Pertama, ingin memperkenalkan tasawuf kepada masyarakat perkotaan, Kedua,
ingin membentuk manusia yang memiliki dua dimensi. Dimensi pertama, dia
sadar akan dirinya, dan mau akan mengingat akan dosa-dosanya dan
kembali bertobat kepada Allah. Dimensi kedua, punya kepedulian terhadap
esama. Karena betapapun tinggi derajat manusia,
jika dia tidak punya kepedulian terhadap sesame kedudukanya itu tidak
ada artinya apa-apa.
Dengan kata lain Tazkiya ingin membentuk manusia yang hubunganya dengan sesame baik (hablu min al-nas) dan hubungan dengan tuhan juga baik (habl min Allah).
Adapun materi yang diajarkan di Tazkiya ini, khusus mengkaji tasawuf
dan hal-hal yang berhubungan dengan persoalan sufistik, seperti
perbedaan tasawuf dengan pseudo sufisme. Materi tasawuf itu sendiri
dibagi menjadi dua. Satu, membicarakan tasawuf dalam perspektif
Al-Qur’an dan sunah. Dua, berbicara tentang tasawuf pada masa tabiin.
Sedang materi lainya sering ditawarkan adalah fadhilah surat yasin, al-fatihah, Tawashul, Tabarruk, macam-macam tharekat dalam tasawuf, dan lain-lain.
Disampig
kedua yayasan itu, kini Kang Jalal juga memiliki jamaah baru, khusus
bagi para penganut mazzhab syi’ah. Jamaah ini diberi nama IJABI, yang
merupakan singkatan Ikatan Jamaah Ahlu al-Bait Indonesia, diman ini sebagai penggagas berdirinya, dan sebagai salah satu ketua Dewan Suro,. Jamaahnya kini sudah ada diberbagai kota seperti: Jakarta Bekasi, Bogar, Bandung, Surabaya, Semarang, Lampung, Palembang, Banjarmasin, dan kota-kota lain, baik dijawa maupun diluar jawa. Bahkan kini memiliki 13 cabang diseluruh Indonesia.
Dari uraian diatas jelas bahwa, Jalaluddin Rakhmat menggunakan tiga model dakwah: Bil Lisan, Bil Qolam, dan Bil Hal. Dalam melakukan aktifitanya, Jalaluddin Rakhmat mempunyai ciri kahas
tersendiri, inilah yang membuat keistimewaannya. Dengan mengawali
cerita menganai kondisi Islam saat ini, jalal uraikan menggunakan bahasa
yang halus dan menyentuh, selain itu Jalaluddin Rakhmat mampu
menuangkan pemikirannya dalam aktualisasi diri dengan mendirikan yayasan
yang membidangan dakwah Islam model sufi.
Komunikasi
satu arah, Jalaluddin Rakhmat menyebut komunikasi demikian sebagai
komunikasi yang biadab. Komunikasi dua arah, Jalaluddin Rakhmat menitik
beratkan komunikan atau orang yang menyampaikan pesan dakwah untuk
menjadian audiens atau orang yang sedang didakwahi sebagai mitra
Tidak ada komentar:
Posting Komentar